Persembahan
Apapun yang diri ini kerjakan senyumnya selalu menghiasi , di setiap lembaran buku yang aku baca, di sepanjang jalan yang aku lalui, di setiap screen yang aku pandang, di setiap wajah – wajah ceria anak-anak yang aku temui, keinginan untuk membahagiakannya karena dirinya layak mendapatkan itu selalu ada di kepala, sosok yang berkarakter cantik dan penampilan fisik yang tidak kalah cantik pula , perpaduan yang sangat sempurna, maha karya dari sang pencipta.
Dirinya datang di saat aku sudah mempasrahkan sang diri kepada Tuhan, bukan karena ketinggian spiritualku tapi karena kehilangan kepercayaan terhadap kaum hawa, di mindset ku sudah terpatri karena pengalaman bahwa cucu hawa adalah sama seperti hawa sendiri yang sangat sulit untuk di mengerti, tapi ini pupus saat aku bertemu dirinya, melalui kesederhanaan nya dia datang, menghampiri lewat senyumannya, dan mendekap erat lewat cintanya yang hangat.
Aku terhanyut dan tenggelam dalam aliran cintanya yang bening dan tenang, seperti daun yang hanyut, bersatu dengan aliran air, tidak memperdulikan masa lalu, berfokus mencintai masa sekarang dan tidak mengkhawatirkan masa depan, mengalir tenang dan lembut dalam ketulusan hati dan keindahan jiwanya.
Tutur katanya, adalah alunan dawai petikan sang jiwa yang sudah sangat terlatih dan kenyang akan pengalaman, merdu suaranya adalah nyanyian kerinduan hatinya kepada sang pencipta dan lantunan lagu pikirannya adalah asa dari orang-orang yang sangat dia cintai dan hormati.
Aku temukan dirinya bukan sebagai sebutir pasir, tapi adalah mutiara yang indah, bukan seekor ulat tapi seekor kupu-kupu dengan sayap yang kuat dan indah, yang siap di kepakan untuk menjelajahi dunia dan berbagi kebaikannya, bukan biji atau tunas tapi sebuah pohon yang rindang yang gagah dan sejuk menaungi, bukan tetes air tapi samudra cinta kasih yang tanpa batas.
Dia adalah kesabaran, dia adalah perhatian, dia adalah cinta kasih, dia adalah pengabdian, dia adalah semangat, dia adalah tanggung jawab, dia adalah keceriaan, dia adalah kebahagiaan, dia adalah kedamaian, dia adalah kejujuran, dia adalah kesederhanaan, dia adalah kerendahan hati, dia adalah Kekasihku dan Semua kata indah tidak cukup untuk mewakili kesempurnaanya.
Dengan segala kerendahan hati, ku buka semua pintu hati dan jiwa ku untuk mu, ku buka diri dan tangan ini, ku tunggu dirimu di dalam pelukan ku, dan bersama menjalani setiap jalan kehidupan yang menunggu kita di depan, dan aku yakin di saat kita bersama setiap jalan adalah jalan kebahagiaan dan perayaan .
Dengan cinta dan kerendahan hati

Recent Comments