Namaku Wanita
Rupaku Cantik
Namaku Wanita
Perhiasanku kebahagiaan
Namaku Wanita
Senyumku Kedamaian
Namaku Wanita
Wujudku Keindahan
Namaku Wanita
Nafasku Kelembutan
Namaku Wanita
Hatiku Cinta
Namaku Wanita
Logikaku Rasa
Namaku Wanita
Kesempurnaanku Ibu
Namaku Wanita
Telapak kakiku Surga
Namaku Wanita

Pada bagian pertama Alkitab ada Genesis yaitu Kejadian
Dan didalam Al-Quran sangat banyak ada kata Pertanda
Serta apapun yang terjadi marilah belajar dari Bunga Teratai
Yang menjaga kesucian bunganya walaupun hidup di kubangan lumpur
Melihat Pertanda dalam setiap kejadian
Dan menjaga Kesucian
Sehingga Peristiwanya tidaklah penting
Tetapi cara pandang terhadap peristiwa itu yang penting
Melihat kesempatan baik dalam masalah
Melihat cahaya penuntun dalam pekatnya gelap
Bereaksi baik dari aksi yang buruk
Mengkonversikan ke hal yang baik
Mendayagunakan emosi negatif untuk hal yang positif
Mendaur ulang sampah hati menjadi pupuk penyubur jiwa
Wahai Ayah Bunda Semesta
Wahai Pohon rindang, Gunung tinggi , Laut nan luas , Langit Biru
Ajari kami , Bentuk Kami , Kami mau naik kelas
Menari bersama bumi
Bernyanyi bersama langit
Semua bunga ikut tersenyum
Segala rumput riang ria
Aku bahagia
Aku bahagia seperti padang rumput mencintai musim semi
Aku bahagia seperi bumi mencintai hangatnya surya
Aku bahagia seperti ujung daun mencintai tetesan embun
Aku bahagia
Karena pribadimu yang sewarna tanah
Tersusun dari pelangi kehidupan
Bersinar dalam ketulusan
Indah dalam perbedaan
Menyatu dalam cinta
Hatiku selembar daun…
Tumbuh berupa kuncup
Yang ditetesi embun nafas kehidupan
Dan disentuh hangatnya mentari
Hatiku selembar daun…
Yang eloknya di cabik oleh ulat kehidupan
Di kotori oleh debu masa
Tapi aku tetap tumbuh menuju matahari
Hatiku selembar daun …
Yang di masanya nanti
Gugur terbang ringan melayang
Mengikuti hembusan angin nafas kehidupan
Hatiku selembar daun …
Yang jatuh di aliran sungai hidup
Melaju satu arah
Selebihnya tidak ku ketahui
Hatiku Selembar daun…
Batu tajam yang mengoyak
Angin kencang yang mematahkan layar asa
Walaupun bukan daun hijau nan ranum
Walaupun aliran deras menghempas
Laut sudah tampak dimataku
Bila kupejamkan mata
Dalam keheningan kulihat wajahmu
Dan bila ku buka mata ini
Ku lihat senyumanmu yang meneduhkan
Ku rasakan kehadiramu disetiap jalanku
Cintamu mengantarkanku terbang
Kelapisan langit tertinggi
Kemudian kesederhanaanmu
Mengajakku kembali ke pelukan sang bumi
Jiwaku terpenuhi
Hatiku terlengkapi
Dalam ayunan pepohonan yang tertiup angin
Dalam kepakan sayap-sayap burung
Dalam aliran sungai
Dalam tiupan angin
Dalam gemuruh ombak
Dalam senyuman kuncup bunga yang sedang mekar
Hadirmu kurasakan
Yang memberi harapan
Laksana harapan terbitnya mentari pagi
Dan datangnya sang fajar esok hari
Ketika dua pencinta bertemu
Dan ego mereka melebur mengalir dalam aliran lembut yang sama
Maka dua nafas hidup mereka bersatu
Cinta mereka bernafas bersama sehingga setiap tarikan dan hembusan nafas adalah cinta
Yang saling mengisi pundi-pundi nafas hidup sang kekasih
Kelopak mata hati mereka mulai terbuka
Yang membuka mata cinta sang diri
Kemudian tertuanglah cinta dari mata mereka
Yang menyuburkan tunas cinta nya
Bagai sinar mentari pagi yang menyentuh kuntum bunga
Kaki-kaki mereka menjadi kuat oleh cinta
Dan berjalan dengan menaburkan cinta disetiap jalan yang dilaluinya
Sembari dari bibir mereka yang dipenuhi cinta keluar senandung
Yang merupakan irama tarian dari jiwa para mahatma

Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang
Maha adil dan Maha Pendengar
Tuhan akan selalu mendengarkan doa-doa kita
Dan setiap permintaan akan di kabulkan
Beliau Maha Pemuran dan Adil
Beliau akan mendahulukan yang lebih pantas di dahulukan
Pantas karena keadaan dan perbuatan baiknya
Bagi yang belum pantas akan diberitahu melalui hatinya dengan keadaan atau kejadiaan
Agar memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang pantas di dahulukan
Tuhan akan melakukan keajaibannya untuk mengingatkan orang yang sudah pantas tetapi belum mau menerima Karunia Tuhan
Jika pasrah sudah berkunjung kedalam diri , kita akan merasakan kelembutan Tuhan
Tapi jika kita membutuhkan sebuah kekerasan untuk mengingatkan kita tak heran hidup akan terasa demikian keras
Jadilah manusia yang Ber-Hati lembut dan penurut kepada Tuhan.
Terimalah aku menjadi muridmu…
Wahai lautan yang selalu merendah dan menampung semua
Wahai ombak yang selalu bergerak
Wahai gunung selalu kokoh menghadapi deru angin
Wahai langit yang selalu berdiri lebih tinggi dari awan pekat
Wahai air terjun yang selalu mengalir
Wahai bambu dengan kedalaman akarmu
Wahai pohon beringin yang selalu menaungi
Wahai mentari dan rembulan yang selalu menepati janji
Wahai ibu pertiwi dengan keiklasanmu
Ajari aku
Bentuk aku
Jadikan aku kuat
Jadikan aku perkasa
Terimalah hormatku
Terimalah sujud baktiku
Wahai badai kehidupan datanglah padaku
Aku akan sangat bangga dan berbahagia
Jika engkau selalu berkunjung ke dalam hidupku
Gunakan pahat cobaanmu
Yang tajam untuk membentuk kayu yang tidak berguna ini
Menjadi karya seni yang indah
Gunakan pisau rintanganmu untuk menebas bambu ini
Kulitilah aku , lubangi badanku
aku bersujud sukur menerima sulit yang aku hadapi
Buatlah aku menjadi sebuah seruling
Seruling yang bisa engkau tiup
dan memberikan suara merdu di sekelilingku
Gunakanlah penderitaan yang panas membara untuk melelehkan besi ini
Pukulah aku sekeras-kerasnya
Dan aku bersujud mendapatkan kehormatan ini
Merasakan sakit sekaligus kegembiraan yang sangat besar
Buatlah aku menjadi pisau yang tajam dan berguna bagi kehidupan
Wahai badai kehidupan
kini engkau ku undang untuk datang
Bukan untuk kesombongan tapi menjadi sebuah kehormatan
Kehormatan karena mendapat pemurnian
Dari sang pemnguasa hidup

Kami mulai dengan satu langkah
Ada pasir kami lewati
Ada kerikil kami singkirkan
Becek kami tetap berjalan
Ada rintangan kami berusaha untuk lewati dengan tetap melangkah
Ada cobaan kami tetap lanjutkan langkah kami
Ada jurang selangkah demi selangkah kami bangun sebuah jembatan agar kami tetap bisa melangkah.
Bukan hanya sekedar suka
Bukan hanya sekedar sayang
Bukan hanya sekedar cinta
Tapi yang di butuhkan lebih
Lebih yang akan mengoyak kenyamanan
Yang akan merubah apa yang sudah berjalan
Berbagi
Kelapangan hati
Keberanian
Penggabungan dua individu tidak mudah
Pembelajaran seumur hidup
Menghargai dan berani di hargai
Memperhatikan dan di perhatikan
Mendengar dan di dengar
Penyesuaian,penyesuaian dan penyesuaian
Akankah sebuah perjalanan akan berlanjut
Ataukan berhenti sebelum terlalu jauh
Ataukah meniru kearifan pohon
Yang terus berjalan, dan bertumbuh
Namanya juga sebuah perjalanan
Yang jelas harus pakai jalan
Terlepas itu tanjakan , turunan belokan
Semua itu adalah perjalan yang harus di jalani
Ada yang memakai jalan yang telah ada sebagai pemandu
Ada lagi yang dengan berani membuka jalan baru
Yang membiarkan dirinya untuk menjadi rakit yang menampung orang lain
Seribu pengetahuan tidaklah cukup
Bagaimana dengan duaribu, tigaribu , empat ribu semuanya tetap tidak cukup
Tapi dengan hanya satu tindakan pastilah sudah cukup
Satu tindakan
Menjalani perjalanan
Aku berangkat sekarang
Untuk berjuang dalam pertempuran
Aku berangkat Bu Dengarlah aku pergi
Doakan aku berhasil
Sayapku sudah tumbuh aku ingin terbang
Merebut kemenangan dimanapun adanya
Aku akan pergi Bu janganlah menangis
Biar aku cari jalanku sendiri
Aku ingin melihat menyentuh dan mendengar
Meskipun ada bahaya dan rasa takut
Aku akan tersenyum dan menghapus air mata
Biar ku utarakan pikiranku
Aku akan pergi mencari duniaku , cita-citaku
Memahat tempatku , menjahit kainku
Ingatlah saat aku melayari sungaiku
Aku mencintaimu , Di sepanjang jalanku
Ketika semua serba salah , sebagainama biasanya
Ketika jalan yang kau tempuh terasa mendaki
Dan kau ingin tersenyum tapi terpaksa mengeluh
Ketika urusan terasa agak membebanimu
Istirahat kalau perlu , jangan berhenti
Hidup ini aneh tanpa lekuk dan liku
Seperti yang kadang-kadang kita alami
Dan banyak kegagalan yang kita jumpai
Ketika semestinya kita berhasil ada saja yang menghalangi
Namun jangan menyerah kendati gerak maju tampak lambat
Siapa tahu berhasil di usaha berikutnya
Keberhasilan adalah sisi lain dari kegagalan
Seperti tinta perak dalam awan keraguan
Dan kau tidak tau seberapa dekat tujuanmu
Mungkin sudah dekat ketika bagimu terasa jauh
Maka tetaplah berjalan bahkan hantaman semakin keras
Ketika segalanya tampak sangat buruk
Kau tetap tak boleh berhenti
Kujalani hidupnya hidup ini dengan sebuah senyuman , kuwarnai dengan sebuah keiklasan dan kusempurnakan dengan sebuah cinta
Telah kutundukan abad demi abad dalam pangkuan alam , jiwa yang kuat akan bertahan dan jiwa yang lemah mudah berubah bergoyang bersama angin
Kita semua menerima dan tak ada yang memberi kecuali kehidupan ….
Recent Comments