Home > Tulisan > Jalan sesat menuju sehat

Jalan sesat menuju sehat

“jika kita terus-menerus memikirkan bahwa kita sakit, kita akan benar-benar akan menjadi sakit. Jika kita percaya bahwa kita sebenarnya sehat, maka kita akan selalu dalam keadaan sehat-sehat saja”

Sehat itu investasi, sehat itu rejeki coba bayangkan berapa banyak materi, tenaga dan waktu untuk mempertahankan ataupun memulihkan kesehatan, jadi bersukurlah kita yang masih dalam keadaan sehat baik fisik maupun psikis.Belum lagi dalam penyembuhan masa kini walaupun kita di bilang sehat akan tetapi ada hal yang mengikuti yaitu efek samping dari pengobatan yang kita lakukan yang terkadang sama ataupun lebih mengerikan daripada penyakit utamanya.

Melihat pengalaman bapak sendiri, manakala di usia senjanya di vonis sakit jantung dan sebelum pengobatan dokter sangat bijak memberikan pilihan yang sulit yaitu ini bisa sembuh dengan mengkonsumsi obat-obatan kimia akan tetapi saya khawatir tubuhnya terutama saraf dan ginjal tidak akan kuat menahan efek samping dari obat ini, maka kemungkinan efek samping dari pengobatan ini saraf bapak bisa rusak.Dilematis tapi kita sebagai keluarga perlu sebuah ketegasan dalam bersikap, jadilah tetap kita berobat dan dengan iklas menerima efek samping dari obat yang bapak minum, akhirnya saat ini jantung bapak sudah bisa kembali baik kembali tapi bapak lupa ingatan karena efek samping obat menyerang sarafnya sehingga sarafnya bapak mengalami kerusakan permanen.

Karena hal ini jadi bertanya apakah sebenarnya definisi dari sembuh? Hilangnya sebuah gejala penyakit dan di ikuti oleh penyakit lain karena efek samping dari pengobatan? apakah ini yang di sebut sembuh? Jadi pengobatan seperti siklus yang tak berujung.

Jarang sekali saat kita berobat sekarang dokter mencari penyebabnya akan tetapi langsung memberikan obat untuk meredam gejala, dilemanya adalah kebanyakan yang di berikan adalah antibiotik yang efek sampingnya menyebabkan kuman-kuman penyakit bermutasi menjadi semakin ganas, sehingga pada saat pengobatan berikutnya dosis pemberian obatnya di tambah lagi karena dengan dosis yang sama seperti dulu kuman penyakit tidak akan hilang karena sudah kebal dengan dosis sebelumnya,dan sampai kapankah tubuh kita akan tahan dengan dosis antibiotik yang diberikan?, sekali lagi pengobatan menjadi siklus yang tak berujung.

Keputus asaan ini membuat pengobatan alternatif menjamur (pengobatan di luar cara medis kedokteran) dimana pengobatan kedokteran meletakan kepada konvensi logis dikhotomi yang tegas antara ya dan tidak sebagai dasar berpikir pengobatannya sedangkan pengobatan alternatif menggunakan pedekatan fuzzy logic, yaitu pertengahan bisa ya tergantung pada faktor lain yang berperan, dan mungkin pula bisa tidak. Cara pengobatan alternatif menggunakan berbagai pendekatan (holistic) yang mensinergikan antara tubuh, pikiran dan jiwa, akibatnya berkembang pula cara-cara pengobatan alternatif yang sangat beragam dan sekaligus membingungkan.

Celakanya antara praktisi kedua pengobatan tersebut saling menjatuhkan dalam prakteknya yang sebanarnya bisa saja kedua cabang pengobatan ini saling melengkapi untuk mencapai kesembuhan, pengobatan alternatif bisa menjadi pendamping pengobatan modern karena masing-masing memiliki keunggulan yang jika dipadukan dengan benar bisa menjadi sinergi pengobatan yang lebih ampuh dan dengan biaya yang lebih wajar serta mereduksi dari efek samping dari pengobatan.

Yang penting dari pengobatan alternatif ini adalah standarisasi agar masyarakat dapat memilih jenis pengobatan untuk penyakit tertentu, ada patokannya dan dilakukan oleh praktisi ahli, pada prinsifnya pengobatan alternatif yang pantas di sarankan adalah yang pendekatannya secara empiris (dapat di buktikan dari pengalaman penggunanya) dan dapat pula diajarkan sebagai ilmu kepada orang lain. Karena itu cara pengobatan lain yang juga dikenal sebagai pengobatan alternatif tetapi hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang khusus yang terpilih misalnya perdukunan dengan menggunakan kekuatan berupa keajaiban atau supranatural tidak termasuk dalam daftar pengobatan yang pantas disarankan.

Semoga kita dalam keadaan sehat, damai dan bahagia

Categories: Tulisan Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.